• [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
    • Logo Agromodern
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Prosiding
    • Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
1347 dilihat       07 Agustus 2023

Strategi Menghadapi El Nino untuk Peternak Sapi

Menurut BMKG, El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Laut Muka (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah.El Nino meningkatkan potensi pertumbuhan awan di samudra dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia sehingga dapat memicu terjadinya kekeringan secara umum di wilayah Indonesia. 
Tiga hal yang mempengaruhi performa ternak adalah pakan (feeding), pemuliaan (breeding), dan manajemen. Dalam hal  manajemen ternak, lingkungan atau kondisi alam merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Ternyata El Nino juga memiliki dampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap ternak. Contoh dampak langsung adalah kondisi suhu tinggi yang dapat menyebabkan heat stress, sedangkan contoh dampak tidak langsung adalah berkurangnya pasokan hijauan pakan ternak akibat berkurangnya persediaan air di lapangan.
Pada saat musim kering untuk mensiasati kekurangan pakan pada ternak sapi dapat dilakukan pembuatan silase maupun haylase. Proses pembuatan silase dan haylase sangat mudah dan sederhana sehingga tidak menyulitkan peternak. Peternak diharapkan peka terhadap isu perubahan kondisi lingkungan alam, sehingga sebelum El Nino terjadi peternak dapat bersiap menanam sebanyak mungkin hijauan pakan untuk persediaan bahan baku pembuatan silase maupun haylase. Selain hijauan pakan yang ditanam, dapat pula berupa limbah pertanian dan perkebunan lainnya seperti jerami padi dan pelepah dan daun sawit serta bungkil sawit.  
Strategi lain untuk menghadapi El Nino adalah dengan menjaga suhu lingkungan kandang tetap normal antara 20-21oC dengan cara menyediakan blower dan menyediakan kandang yang beratap bagi ternak untuk mengurangi terik matahari. Selain itu ketersediaan minum ternak harus diperhatikan setiap saat dan membuat tempat penampungan untuk penyimpanan air yang cukup. 

(sionita)

Prev Next

-


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kaltim Hadiri Rapat Kerja BRMP 2026, Perkuat Sinergi dan Koordinasi Program Strategis.
    27 Feb 2026 - By
  • Thumb
    Percepat produktivitas lahan sawah, BRMP Kaltim salurkan 6 t benih vub padi ke 231 petani di PPU.
    21 Feb 2026 - By
  • Thumb
    Sebulan kelar PKL di BBRMP Kaltim, mahasiswa STIPER Kutim paparkan hasilnya.
    19 Feb 2026 - By
  • Thumb
    Sinergi dalam mendukung kemajuan pertanian
    19 Feb 2026 - By
  • Thumb
    Sinergi Mendukung Swasembada Pangan
    18 Feb 2026 - By

tags

Badan Standardisasi Instrumen Pertanian

Kontak



[email protected]

© 2026 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Utara. All Right Reserved